Tips Menghadapi Anak yang Sering Bertengkar Dengan Temannya

Masa anak-anak adalah masa yang paling unik dimana semua emosi dan perasaan hati bisa ditunjukkan. Ketika marah, sedih, kecewa, tidak suka dan seterusnya bisa diperlihatkan dengan tindakan apa saja. Pelampiasanya juga beragam.  Mulai tidak mau makan, tidak mau bicara, melempar barang-barang, hingga bertengkar dengan teman.

Khusus untuk yang bertengkar dengan teman, tentu sangat tidak baik untuk masa depan anak. Selain anak akan melukai perasaan anak lain, bertengkar dengan teman sebaya juga menyebabkan anak kehilangan teman dan juga kepercayaan temanya. Hingga pada akhirnya anak akan dijauhi temanya dan kehilangan satu persatu anak. Semakin kehilangan teman, anak akan semakin mudah bertengkar. Untuk itu perlu penanganan khusus untuk menyelesaikan anak yang mudah bertengkar dengan teman.

Cara Menghadapi Anak Mudah Bertengkar

Untuk itu, kita sebagai orang tua wajib memberikan penanganan khusus agar anak tidak mudah bertengkar dengan temanya. Beberapa cara yang bisa kita gunakan adalah:

  1. Tingkatkan kemampuan anak dalam menyelesaikan konflik

tingkatkan kecerdasan anak

Pertengkaran anak adalah hal yang biasa. Ajarkan anak untuk memahami hal itu, tetapi imbangi pula dengan bagaimana cara bertengkar yang baik. Bahwa pertengkaran tidak selamanya harus melibatkan fisik dan menyakiti lawan pertengkaran. Perlihatkan anak bagaimana dua orang yang saling berbeda pendapat dan saling bertengkar tetapi tetap bisa saling menghargai, saling tenang, dan saling menahan diri. Perlihatkan ke anak, bahwa pertengkaran bisa dilakukan dengan cara yang baik.

  1. Tidak Ada Perlakuan Kasar

tidak ada perlaluan kasar

Anak memiliki tingkat emosi yang berbeda dengan orang dewasa. Kecenderungan anak adalah mengungkapkan apa yang ingin ia ungkapkan. Maka kita sebagai orang tua harus mengajari anak bagaimana mengontrol emosi. Jangan sampai kita juga bersikap seperti anak-anak dengan ikut mengungkapkan apa saja yang ingin kita ungkapkan pada anak.

Bila anak melakukan pertengkaran dengan temannya, jangan langsung marah pada anak. Apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan seperti memukul dan membentak. Bahkan tindakan berteriak atas pertengkaran anak juga sangat tidak dianjurkan. Buatlah janji pada anak untuk tidak melakukan teriakan di rumah. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman dengan kita dan membuat suasana jauh lebih cair.

  1. Dengankan Apa Yang Ingin Anak Sampaikan

dengearkan apa kata mereka

Tidak ada hal yang lebih diinginkan anak selain didengarkan. Salah satu alasan terbesar mengapa anak sering melakukan pertangkaran dan perdebatan dengan temanya adalah karena ia tidak bisa menyalurkan keinginanya untuk didengar. Beda bila kita memiliki waktu yang cukup untuk anak. Mendengarkan keinginan anak sambil memberikan perhatian lebih adalah salah satu cara paling ampuh mengatasi anak yang sering bertengkar. Ingat, bahwa anak juga perlu belajar menyampaikan keinginanya tidak dengan cara bertengkar.

  1. Ajari Anak Bersikap Baik

ajarkan anak melihat dua sisi

Cara bersikap baik perlu diajarkan, bukan diperintahkan. Kita sebagai orang tua adalah contoh bagi anak. Jika anak tidak bisa menyampaikan apa keinginanya dengan cara yang baik lalu melakukanya dengan cara pertengkaran dengan teman, bisa jadi kita tidak mengajarkan anak bagaimana menyampaikan pendapatnya pada temanya. Lebih baik, ajari anak cara bagaimana menyampaikan pendapatnya. Ingat, selama menyampaikan pendapat, ajari anak cara yang tidak menyakiti orang lain dan menghina. Ganti semua kata kamu menjadi saya.

  1. Ajarkan Anak Melihat Dua Sisi

Penting bagi anak memahami segala hal memiliki dua sisi. Termasuk juga pendapatnya. Selalu ada pendapat lain yang berbeda dengan apa yang dia inginkan. Buat anak menyadari hal itu. Bimbinglah anak untuk melihat perasaan orang lain atas apa yang ia lakukan. Misalnya anak telah bertengkar, cobalah tanya pada anak: bagaimana perasaan temanmu, lihatlah apa yang telah kamu lakukan padanya, apakah itu baik untuknya, dan seterusnya.

Tips Menghadapi Anak yang Sering Bertengkar Dengan Temannya
Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •